Jumat, Juli 25, 2014

Weblinks

Kunjungan Tim DN KEK dan UI ke Maloy Kab. Kutai Timur

 “It Was Very Impressive Visit”. Demikian kalimat yang disampaikan DR. Sari Wahyuni, Phd di akhir kunjungannya bersama Tim Dewan Nasional Foto_1_pelabuhanKawasan Ekonomi Khusus (DN KEK) dan Universitas Indonesia (UI) ke Maloy pada tanggal 2-3 Juni lalu. Sebelumnya, Sari Wahyuni mengatakan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan yang selanjutnya dijadikan sebagai bahan dasar untuk memberikan masukan-masukan perbaikan terhadap langkah-langkah strategis yang akan ditempuh daerah dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus MBTK ke depan. Pengusulan KEK yang semula disebut KEK Maloy, saat ini secara resmi disebut KEK MBTK dan diusulkan oleh 3 (tiga) pemohon yaitu; TKEZ, BCIP dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kunjungan lapangan kali ini lokasi TKEZ dan BCIP tidak termasuk lokasi yang dikunjungi karena ketidaksiapan kedua perusahaan tersebut (TKEZ dan BCIP). Turut serta dalam kunjungan lapangan tersebut pejabat dari Bappeda Provinsi Kaltim seperti Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah (H. Hafidz Lahiya, SE, M.Si) yang sekaligus menjadi pimpinan rombongan, Kasubid Pengembangan Dunia Usaha (Berlin Sihaloho, SE), Kasubid Prasarana Wilayah (Ahmad Muzakkir, ST) dan Kasubid Pengendalian Pembangunan (Charmarijaty, ST). Disamping itu turut pula dari Dinas Perindagkop, Dinas Pehubungan, Dinas PU, BP KIPI Maloy, Dinas Perkebunan, dan Bappeda Kabupaten Kutim.

Lokasi pertama yang dikunjungi ialah Pelabuhan Maloy Lama (Maloy Tahap II) yang merupakan tahap kedua pengembangan kawasan industri CPO dengan luas area 4.500 Hektar. Dari Maloy Lama rombongan selanjutnya bergerak menuju lokasi kedua yaitu Maloy Baru (Maloy Tahap I) yang juga merupakan kawasan industri pengolahan CPO pertama yang dibangun dengan luas area 1.000 Hektar. Saat berada di Maloy Tahap I, Sari Wahyuni melihat prasarana pendukung yang telah dibangun oleh pemerintah daerah dalam mempersiapkan Maloy menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dan mengatakan bahwa kesiapan Maloy lebih baik dari KEK lainnya yang ada di Indonesia. Namun beliau juga mengatakan, masih perlu dibangun infrastruktur dan moda transportasi yang lebih cepat menuju ke Maloy dari pintu masuk utama Kaltim yaitu Bandara Sepinggan di Balikpapan.  Sebagai contoh, beliau menyarankan agar pemerintah daerah bekerjasama dengan pihak KPC selaku pemilik bandara Tanjung Bara agar dapat digunakan oleh publik. Sehingga apabila investor akan ke lokasi dapat menuju lokasi dengan pesawat ke Tanjung Bara dan selanjutnya menggunakan transportasi laut yang memakan waktu ±1 (satu) menuju Maloy. Rute perjalanan ini akan menjadi nilai lebih ketika memasarkan potensi Maloy kepada investor dalam hal waktu tempuh ke lokasi di banding memilih jalur darat.

Lokasi ketiga yang dikunjungi ialah PT. Indonesian Plantation Synergy yang merupakan salah satu perusahaan sawit dengan izin lokasi seluas 12.335 Ha dan berkomitmen untuk berinvestasi di Kawasan Industri Maloy. Dalam kunjungan ini, rombongan diterima oleh General Manager PT. IPS  (Bapak KS Segran) dan beliau menyampaikan paparan mengenai rencana integrasi kawasan industri minyak sawit antara PT. IPS dengan Kawasan Industri PelabuhanFoto_4_tim Internasional (KIPI) Maloy. Menurut Sari Wahyuni keberadaan PT. IPS seharusnya dijadikan  Anchor oleh Pemda Kaltim dalam menarik investor asing dalam pengembangan KIPI Maloy kedepan. Lebih  lanjut Sari Wahyuni mengatakan pemerintah daerah harus mengambil sikap welcome kepada PT. IPS dan berupaya menyusun rencana tindak bagaimana mengintegrasikan rencana bisnis PT. IPS dan rencana pengembangan KIPI Maloy sendiri. Karena perlu disadari bahwa untuk mewujudkan KIPI Maloy diperlukan dana yang besar dan kemampuan sumberdaya manusia yang profesional, yang harus jujur diakui pemda belum mampu menyediakan kedua hal tersebut sepenuhnya. Dengan kata lain perlu dibangun kolaborasi atau partnership antara pemda dengan PT.IPS. Selanjutnya keberhasilan kolaborasi atau partnership dengan PT.IPS dapat dijadikan sebagai contoh sukses ketika menjual KIPI Maloy kepada para investor sehingga rencana pengembangan KIPI Maloy sebagai pusat industri pengolahan CPO dan pelabuhan internasional tidak sepenuhnya tergantung kepada pendanaan baik pemerintah daerah maupun pusat.

Setelah kunjungan lapangan, esok harinya tanggal 4 Juni Tim DN KEK dan UI melakukan stakeholder discuss dengan SKPD dan pihak terkait membahas internal dan eksternal problem dalam pengembangan KEK MBTK. Diskusi dimoderatori oleh Kabid PPW (H. Hafidz Lahiya, SE, M.Si) bertempat di Ruang Rapat
Propeda Bappeda Provinsi Kaltim. Beberapa point penting yang menjadi catatan hasil diskusi ini adalah sebagai berikut :
a. Independency of SEZ (Kekhususan KEK), yaitu adanya keistimewaan yang dimiliki oleh KEK MBTK dalam pengusulan dan pengembangannya, dalam hal ini Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dituntut untuk lebih bertindak cepat dan nyata terhadap permasalahan-permasalahan seperti tumpang tindih peraturan di tingkat pusat, dan mempercepat proses regulasi yang memungkinkan daerah mengambil kebijakan/keputusan terhadap permasalahan daerah.
b. Availability of skilled labor, yaitu ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keahlian tertentu, daerah harus sudah mempersiapkan tenaga kerja lokal dengan keahlian tertentu di Kalimantan Timur sehingga banyak penarikan tenaga kerja dari luar daerah Kalimantan Timur. Untuk itu perlu dibangun kerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi di Kaltim ataupun di luar Kaltim dalam membangun program studi pada level pendidikan setara SLTA dan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan keahlian yang dituntut pada rencana pengembangan KIPI Maloy ke depan.
c. HR quality of the SEZ Management, yaitu kualitas sumber daya manusia untuk pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus. Permasalahan ini harus Foto_3ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi Kaltim dengan mempersiapkan sumberdaya manusia yang profesional untuk mengelola KIPI Maloy ke depan.
d. ABG (Academic, Business, Government) linkage, yaitu partnership antara pihak akademisi, pengusaha dan pemerintah dalam sosialisasi pengembangan dan pengelolaan kawasan. Perlu dibangun kerjasama atau pola partnership antar akademisi, pengusaha dan pemerintah dalam pengembangan (perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan) KEK MBTK.
e. Integration among stakeholders, yaitu keterpaduan antar stakeholder. Diperlukan PIC atau Project Manager yang bertugas dan bertanggungjawab dalam  mengintegrasikan seluruh rencana dan pelaksanaan pengembangan KIPI Maloy. Dalam hal ini BP KIPI Maloy dituntut untuk dapat memainkan peran dan tanggungjawabnya secara profesional.
Diakhir kunjungannya ke Kaltim, Sari Wahyuni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Bappeda Provinsi Kaltim (Bapak Rusmadi) dan seluruh pihak yang terlibat, atas bantuan dan dukungan yang diberikan selama  kunjungan lapangan tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan kunjungan berikutnya yang dijadwalkan bulan September 2014 dan mengikutsertakan Tim  dari Intentional University of Japan (IUJ). Pada kunjungan berikut ini beliau berharap Pemerintah Provinsi Kaltim dan pihak-pihak yang terlibat dalam KEK MBTK dapat memaparkan potensi real yang dimiliki KEK MBTK yang dapat dijual kepada investor Jepang. (Writen by : Berlin Sihaloho (Kasubid PDU)).
 

Kunjungan Japan Coal Energy Center

Samarinda, Jumat 16/5/14. Tim Japan Coal Energy Center dari Japan berkunjung ke Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dan diterima oleh Kabid. tim_jepang-webPrasarana dan Pengembangan Wilayah, H. Hafidz Lahiya,S.E.,M.Si dan Kasubbid. Pengembangan Wilayah, Deny Wardhana,ST.,M.Si di dampingi Kasubbid. Pengembangan Dunia Usaha, Pariwisata dan Budaya Berlin Friniko Sihaloho, SE serta beberapa Staf bidang Pengembangan Wilayah. Kunjungan Japan Coal Energy Center merupakan kunjungan yang kedua di Bappeda Kaltim,  setelah kunjungan pertama  mereka pada tahun 2011.

Tim Japan Coal Energy Center ke Indonesia bertujuan untuk melakukan penawaran terkait teknik produksi, survey hingga produksi untuk perusahaan tambang di provinsi Kalimantan Timur dengan  pola partnership. Sebelumnya telah dilakukan penjajakan ke Kementerian Pertambangan dan Energi untuk mengetahui lebih jauh tentang penataan ruang wilayah Kalimantan Timur terkait tata guna lahan, yang kemudian direkomendasikan untuk langsung berkoordinasi kepada Bappeda Provinsi Kalimantan Timur

Adapun tim Coal Energy Center dari Japan yang melakukan kunjungan ke Bappeda Provinsi Kalimantan di antaranya :
1.    YOSHIKAZU FUJIMOTO, selaku Geologist dari Geological Department
2.    NORIO ISHIHARA, selaku Chief Geologist dari Resources Department
3.    TOYOKAZU SUGAWARA, selaku Manager dari Resources Department
4.    Ir. YANI MARLISNA JAYA, Meng., selaku Executive Manager dari Global Business Supporting center

Sehubungan belum selesainya RTRWP (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi) Kalimantan Timur, maka untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diminta, Subbid. Pengembangan Wilayah memberikan paparan penggunaan lahan menggunakan data yang diperoleh dari website “One Data One Map”. Sebagai pelengkap informasi yang dibutuhkan, Subbid. Pengembangan Wilayah juga memberikan buku saku Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur; (sumber : Bidang Prasarana Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dan di publikasikan oleh Humas Bappeda Provinsi Kalimantan Timur/Sukandar).

   

Usulan Musrenbang RKPD Kaltim 2015 Rp. 14 Trilliun

Samarinda, Buletin Bappeda Kaltim. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi 6._gub_kaltim_menandatangi_kesepakatan_hasil_Musrenbang_Kaltim_20140402_175732Kalimantan Timur Tahun 2015 menghasilkan usulan SKPD linkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp. 14 Trilliun.

Hal ini terungkap pada hasil pembukaan Musrenbang RKPD Kaltim Tahun 2015 pada hari Rabu 2 April 2014  dengan tema “Penyiapan Industrialisasi Produk Unggulan Daerah dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan”  dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur, DR.H. Awang Faroek Ishak di ruang rapat Lamin Etam Jalan Gajah Mada Nomor 1 Samarinda dihadiri peserta kurang lebih 750 orang terdiri dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan dan Kepala BIG juga dihadiri oleh DPR RI; DRPD Provinsi Kaltim; DPRD Kabupaten Kota; Bupati/Walkota se Kalimantan, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, akademisi, wakil pengusaha, BUMN, BUMD, para pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa kapasistas fiskal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015 sebesar 8,52 Trilliun dengan rincian PAD sebesar 5,54 ; Dana Perimbangan Rp. 2,61 Trilliun; lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 367,1 M, kapasitas fiskal tentu tidak sesuai dengan usulan program dan kegiatan sehingga diperlukan selarasasi dalam penyesuaian.

DR.H. Awang Faroek Gubernur yang terpilih kembali sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur Kaltim tahun dan dilantik pada tanggal 17 Desember 2013 menambahkan bahwa perlunya keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Pemrov, Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menangani berbagai masalah dan progrom, memberikan perhatian terhadap kearifan lokal pada masing-masing daerah, mendorong kapasitas lokal masing-masing daerah, kelestarian lingkungan sebagai aset daerah dan nasional, memberikan kepercayaan atau serahkan kepada Gubernur dalam pengawasan hutan atau lingkungan hidup dan perencanaan pembangunan harus realistis sesuai dengan kemampuan. Ungkap Gubernur Kaltim.

Sementara Plh. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Ir.H. Nazrin, M.Si yang juga sebagai Sekretaris Bappeda Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan laporan proses pelaksanaan Musrenbang Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2014 dalam rangka Penyusunan Renca Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015.

Dalam penyampaian sambutan sekaligus pembukaan Musrenbang Provinsi Kaltim Tahun 2014 dalam rangka RKPD Provinsi Kaltim Tahun 2015 oleh Gubernur Kalimantan Timur, DR. H. Awang Faroek Ishak juga meloancing aplikasi TEPPA secara online, loancing aplikasi One Data & One Mape serta penyerahan penghargaan Pangripta kepada Pemerintah Kabupaten Kukar juara I, kab II dan III, penyerahan beasiswa Kaltim Cemarlang pada seluruh Kabupaten/Kota se Kaltim.

Beberapa poin penting disampaikan Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya antara lain :
1.  Pemprov. Kaltim berhasil meraih penghargaan terbaik pertama dalam penyelenggaraan TEPPA secara nasional tahun 2013;
2.  Prestasi terbaik secara nasional selama 5 tahun berturut-turut tentang LAKIP;
3.  Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Pusat dalam rangka penanggulangan air dan seharusnya pengelolaan penanggulangan banjir pembiayaannya dari APBN;
4.  Permasalahan lahan menjadi masalah utama dalam pelaksanaan pembangunan sehingga banyak program dan kegiatan yang menjadi kendala karena belum selesainya masalah lahan atau pembebesan lahan;
5.  Perlunya keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menangani berbagai masalah dan progrom pembangunan;
6.  Usulan program dan kegiatan RKPD tahun 2015 total sebesar Rp. 14 T;
7.  Memperhatikan kearifan lokal pada masing-masing daerah;
8.  Mendorong kapasitas lokal masing-masing daerah;
9.  Kelestarian lingkungan sebagai aset daerah dan nasional;
10. Berilah kepercayaan atau serahkan kepada Gubernur dalam pengawasan hutan atau lingkungan hidup;
11. Banyaknya perundang-undangan bertentangan dengan perundang-undangan yang lain sehingga menjadi kendala/kesulitan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan;
12. Perencanaan pembangunan harus realistis sesuai dengan kemampuan;
13. Kapasistas fiskal Pemprov Kaltim tahun 2015 sebesar 8,52 Trilliun dengan rincian PAD sebesar 5,54 ; Dana Perimbangan Rp. 2,61 Trilliun; lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 367,1 M, kapasitas fiskal tentu tidak sesuai dengan usulan program dan kegiatan sehingga diperlukan selarasasi dalam penyesuaian;
14. Dana sebesar Rp. 560 Trilliun total program MP3EI se Kalimantan sedangkan Kaltim memperoleh dana sebesar Rp. 270 Trilliun atau sekitar 70% dari provinsi lain;
15. Pengembangan 8 kawasan unggulan pertumbuhan Provinsi Kalimantan Timur (1. Kawasan Idustri Karingau (Balikpapan & Buluminung (PPU); 2. Kawasan Industri Jasa dan Perdagangan Samarinda; 3. Kawasan industri Berbasis Migas dan Kondensat Bontong dan Kukar; 4. Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK); 5. Kawasan Industri Pariwisata Kepulauan Derawan; 6. Kawasan Food & Rice Estate Paser dan PPU; 7. Kawasan Perbatasan Mahulu; 8. Kawasan Industri Pertanian Kukar dan Kubar dipadu dengan program dan kegiatan MP3EI Kalimantan Timur;
16. Sudah saatnya industri di jawa dipindahkan ke Kaltim;
17. Gubernur menolak pembangunan pipa gas dari Kota Bontang menuju pulau Jawa;
18. SDA harus sebesarnya dinikmati oleh rakyat Kaltim dan Indonesia;
19. Kawasan ekonomi khusus akan memberikan dampak yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian Kaltim;
20. One mape one data diharapkan dapat memberikan solusi dalam permbasalahan data khususnya lahan;
21. Kegiatan infrastruktur MP3EI di Provinsi Kaltim;
22. Gubernur Kaltim memberikan beasiswa 50.780 orang dengan total anggaran Rp. 217. 954 M;
23. Pembangunan infrastruktur terutama trans Kalimantan, Tol, ada proyek besar yang akan disepakati antara Pemprovi Kaltim, PPU dan Kota Balikpapan tentang pembangunan coatoal rood dan tembus ke jalan tol dengan pola VVV yang akan dikerjakan oleh PT. Waskita dengan total anggaran 1 T;
24. Rel Kereta api ada 2;
25. Telekomunikasi se Kaltim tahun 2015 sudah terbangun semua, Bank Kaltim sudah terbangun di 120 kecamatan;
26. Beberapa jembatan mendapat perhatian dari gubernur sehingga tidak ada lagi Kabupaten yang terisolir sudah bisa menuju ke pelabuhan;
27. ALKI II sangat potensial untuk dikembangkan sebagai jalur alternatif;
28. Food estate dan pembangunan irigasi;
29. Sasaran indikator makro pembangunan Kaltim maju (RPJMD) Kaltim tahun 2018 IPM posisi ke 5 dari 33 Provinsi;
30. Program dan kegiatan harus realistis yang bisa dikerjakan. (Humas Bappeda Kaltim/Sukandar,S.Sos).

   

Rembuk Banjir Kaltim Menghasilkan 12 Kesepakatan

bappeda.kaltimprov.go.id. Banjir Kota Samarinda menjadi permasalahan bagi masyarakat Kota Samarinda dan sekitarnya dan memerlukan penanganan serius bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Kota Samarinda dan para pihak dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi permasalahan banjir Kota Samarinda.

Bukan hanya ide-ide cemerlang serta kebijakan yang dibutuhkan dalam mengatasi banjir, namun juga dibutuhkan kerja nyata dan bukan sekedar menggelar acara rembuk banjir yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Samarinda yang dibahas oleh para pakar lingkungan hidup baik dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, ormas dan LSM baik dari dalam daerah maupun berasal dari luar daerah, Selasa 1/4/14.

Rembuk banjir Kaltim sangat dibutuhkan para pengambil kebijakan untuk menentukan arah penanggulangan banjir Kota Samarinda. Harapan masyarakat Kota Samarinda untuk dapat hidup nyaman tanpa ada masalah banjir paska rembuk banjir Kaltim harus diuji dengan hasil kesepakatan para pakar dari berbagai kalangan atau stakeholder yang terkait dalam 12 rumusah penanggualan banjir Kota Samarinda antara lain :
1.    Keberlanjutan implementasi program;
2.    Peninjauan kembali masterplan drainase Kota Samarinda;
3.    Penuntasan  pembebasan lahan dan permasalahan sosial;
4.    Peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir;
5.    Komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan peraturan;
6.    Diperlukan penyusunan Peraturan Walikota;
7.    Mengoptimalkan sistem peringatan dini banjir;
8.    Peningkatan koordinasi dalam penyusunan hingga implementasi program;
9.    Dunia usaha wajib mengendalikan air limpasan dari kawasannya;
10.    Pengendalian banjir berbasis masyarakat melalui partisipasi dan pemberdayaan;
11.    Kerjasama antara Pemkot Samarinda, Pemkab Kukar, Kubar, Mahulu, Pemprov dan Pemerintah Pusat;
12.    Mewujudkan Samarinda sebagai Kota Metropolitan

Masyarakat Kota Samarinda serta sekitarnya sangat berharap kepada pihak pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda (sumber data : dari berbagai media massa).

   

HUT Kaltim ke 57 tahun 2014 Momentum Introspeksi

Samarinda, 9/1/14. Peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ke-57 ini adalah momentum yang sangat penting bagi kita untuk introspeksi dan _1a._Gub_Kaltim__menyampaikan_sambutan_sekaligus_meminpin_acara_HUT_Kaltim_ke_57_th_2014_di_komplek_stadion_utama_kaltim_smd_9_jan_14perencanaan ke depan yang lebih baik, menyusul suksesnya kita melaksanakan agenda demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah  dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018 pada 10 September 2013 lalu, yang hasil-hasilnya sudah kita ketahui bersama, yaitu terpilihnya saya Dr. H. Awang Faroek Ishak berpasangan dengan H. Mukmin Faisyal HP masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang pelantikannya sudah pula dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri H. Gamawan Fauzi pada tanggal 17 Desember 2013 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, DR.H. Awang Faroek Ishak pada saat memberikan sambutan sekaligus memimpin acara pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ke 57 pada hari Kamis, 9 Januari 2014 di lapangan Stadion Sepakbola Komplek Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda Seberang.

Peringatan HUT Pemprov Kaltim yang ke 57 tahun 2014 dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Mukmin Faisal, Pj. Gubernur Kalimantan Utara, DR. Irianto Lambrie dan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, DR.Ir.H. Rumadi,MS, TNI dan Polri serta seluruh Bupati/Walikota atau yang mewakili se Kalimantan Timur dan pejabat dan staf baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim, juga dihadiri para pelajar tingkat SLTA se Kota Samarinda dengan jumlah kurang lebih 5 ribu orang.

Sebelum acara berlangsung diawali dengan acara antraksi para penerjun payung membawa lambang Pemprov Kaltim, maupun gambar Pejabat Kaltim saat memeriahkan peringatan HUT Pemprov ke 57, menampilkan tarian tradisional Kaltim.

H. Awang Faroek Ishak sebagai Gubernur Kaltim periode kedua, menyampaikan pesan dalam sambutannya menyatakan dengan kerendahan hati saya mohon dukungan dan kerjasama pada seluruh jajajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim, Instansi dan Lembaga Vertikal, Swasta, TNI/Polri serta berbegai komponen lainnya yang ada di dalam masyarakat, untuk melanjutkan program-program pembangunan yang sudah berjalan dan menuntaskannya hingga terwujud Kalimantan Timur yang senantiasa dalam keadaan yang aman dan damai, serta maju dan sejahtera sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Peringatan Hari Ulang Tahun ke - 57 tahun 2014 Provinsi Kalimantan Timur kali ini mengangkat tema; ”Bangun Sinergitas, Wujudkan Kaltim Maju 2018”.

Tema HUT Pemprov Kaltim ke 57 tahun 2014 sesuai dengan Visi RPJMD Kaltim Tahun 2013-2018 yaitu  “Mewujudkan Kaltim Maju 2018”. Sehubungan dengan itu, diperlukan adanya kesamaan persepsi dari seluruh komponen masyarakat Kaltim terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Kaltim pada tahun-tahun mendatang, serta adanya tekad yang sama dalam mengatasi tantangan tersebut. Kata Gub. Kaltim._2._Gub-Wakil_Gubernur_Kaltim_menghadiri_acara_HUT_Pemprov_Kaltim_stadion_utama_kaltim_smd_sebrang_kamis_9_jan_14

Karena itu, seluruh komponen masyarakat Kaltim, baik jajaran Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kaltim, tidak terkecuali jajaran instansi vertikal maupun dunia usaha dan masyarakat sipil, harus bersama-sama mengerahkan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing dalam menghadapi tantangan pembangunan Kaltim lima tahun ke depan. Kita semua harus bersinergi di bawah visi yang sama, yaitu ”Mewujudkan Kaltim Maju 2018”.

Kaltim Maju 2018 adalah bagian dari sasaran pokok pembangunan dalam RPJPD Kaltim 2005 – 2025. Untuk itulah maka Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan Visi baru, Visi Pembangunan 2013 - 2018 yaitu "Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan”.

Visi tersebut mengandung dua elemen utama tujuan pembangunan yaitu mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan berkeadilan serta cara untuk mencapainya yaitu dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pengembangan agroindustri dan energi yang ramah lingkungan dengan Misi yang dijalankan;
1.    Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
2.    Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis SDA dan energi terbaharukan.
3.    Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata.
4.    Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.
5.    Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim.

Visi dan Misi pembangunan menuntut kerja keras kita bersama untuk melaksanakan dan mewujudkannya dengan indikator makro keberhasilan pembangunan dalam 5 (lima) tahun ke depan berupa; peningkatan IPM sebesar 78, penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5,2%, pertumbuhan ekonomi sebesar 5%, terkendalinya inflasi di tingkat 5,11%, menurunnya tingkat pengangguran sebesar 5% dan meningkatnya indeks kualitas lingkungan sebesar 70,50.

Selain itu, tema HUT ke-57 Provinsi Kaltim ”Bangun Sinergitas, Wujudkan Kaltim Maju 2018”, juga mengan-dung makna bahwa dengan momentum peringatan HUT ke-57 ini, Pemerintah dan seluruh masyarakat Kaltim, bergandengan tangan dalam keberagaman dan harmoni, serta meningkatkan partisipasi dalam membangun Kaltim yang lebih baik, yang aman dan damai, adil, makmur dan sejahtera, sesuai dengan slogan yang selama ini terus kita dengungkan, yaitu; “Membangun Kaltim untuk Semua”.

Membangun Kaltim untuk Semua tidak sebatas slo-gan semata, tetapi mengandung nilai yang sangat penting agar pelaksanaan pembangunan bersifat inklusif dan berkeadilan untuk semua. Pembangunan kita dimuarakan kepada tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masya-rakat tanpa membedakan suku, agama, partai politik dan lain sebagainya.

_3._plt_sekdaprov_kaltimUntuk itu, yakinlah, dengan kebersamaan dan tekad yang kuat di antara kita untuk melaksanakan Visi dan Misi pembangunan, Insya Allah apa yang kita cita-citakan akan tercapai sebagaiman yang kita harapkan bersama, yakni untuk kemajuan, kesejahteraan dan kejayaan Kaltim.

Apa yang saya utarakan ini tidaklah berlebihan, mengingat jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim juga telah membuktikan kinerja terbaiknya. Antara lain dinyatakan dengan lima kali secara berturut-turut sejak tahun 2009 Pemprov Kaltim berhasil meraih peringkat tertinggi tingkat nasional dalam penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne-gara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Selain itu, untuk pertama kalinya di penghujung tahun 2013 tadi, Kaltim berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012. Sebelumnya tahun 2011 Pemprov Kaltim hanya mendapatkan Predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Karena itu, predikat WTP yang baru kita terima itu merupakan penghargaan tertinggi yang harus dapat kita pertahankan terus dari tahun ke tahun.

Selain itu, saya juga menyatakan gembira dan ber-bahagia, serta memberi apresiasi yang tinggi pada berba-gai keberhasilan yang telah dicapai oleh Kabupaten/Kota se-Kaltim. Untuk itu pertahankan dan tingkatkan semua prestasi yang ada dengan didasari kian meningkatnya kinerja dan semangat pengabdian sesuai dengan bidang tugas dan profesi masing-masing.

Seperti pada tahun lalu, pada peringatan HUT ke-57 ini, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan penghargaan Panji-panji Keberhasilan Pembangunan kepada Kabupa-ten/Kota yang dinilai berhasil meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing, sesuai dengan kriteria umum yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengem-bangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, dan dikem-bangkan oleh SKPD yang telah mendapatkan penghar-gaan Tingkat Nasional.

Jika pada tahun 2013 lalu diberikan sebanyak 39 Panji Keberhasilan Pembangunan, maka pada tahun ini bertambah menjadi 45 panji. Kota Balikpapan  berhasil mendapatkan 9 panji, Kutai Kartanegara 8 panji, Berau 6 panji, Samarinda 4 panji, Bontang dan Paser masing-masing 3 panji, Kutai Timur, Tarakan, Malinau dan Bulungan masing-masing 2 panji, Kutai Barat, Nunukan, Penajam Paser Utara dan Tana Tidung masing-masing mendapat 1 panji.

Kemudian, pada HUT ke-57 Provinsi Kaltim kali ini diberikan pula Penghargaan untuk para Camat Terbaik yang penilainnya dilakukan sejak tahun 2013 lalu. Tiga Camat Terbaik adalah Saudara Hasanuddin S.Sos, MM Camat Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Saudara Drs. Muhammad Effendi Camat Lumbis, Kabupaten Nunukan yang kini merupakan bagian dari Provinsi Baru Kalimantan Utara, dan Saudara Drs. Abdu Safa Muha Camat Bontang Barat, Kota Bontang.

Kepada Kota Balikpapan yang memperoleh Panji Terbanyak, saya ucapkan selamat. Begitu pula untuk Kabupaten/Kota lainnya sebagai Penerima Panji Keber-hasilan Pembangunan, maupun para Camat Terbaik yang menerima Penghargaan, saya ucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras, pengabdian dan pengor-banan para Bupati dan Walikota beserta jajarannya, para tokoh dan seluruh warga masyarakat yang memberikan dukungan penuh bagi kemajuan daerah masing-masing.

Semoga dengan Panji Keberhasilan Pembangunan dan Penghargaan yang diterima tersebut, kian memacu semangat kita bersama untuk lebih dapat bekerja, berkarya dan mengabdikan diri yang lebih baik lagi untuk pembangunan di tahun yang akan datang.

Khusus untuk para Camat Terbaik, tugas dan tanggung jawab Saudara semakin berat. Tidak hanya mempertahankan predikat yang ada, akan tetapi juga dituntut untuk dapat melaksanakan tugas-tugas kepe-merintahan di wilayah masing-masing dengan sebaik-baiknya, berkenaan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No.4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan yang meng-haruskan para Camat untuk dapat menerapkan penye-lenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang dijalankan di tahun 2014 ini.

Bagi para Camat yang lain di seluruh Kaltim, dengan terpilihnya tiga Camat Terbaik ini, semoga akan dapat dijadikan sebagai pemicu semangat agar dapat mencapai predikat serupa di masa-masa yang akan datang.

Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan himbauan sebelum mengakhiri sambutan ini, pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Kalimantan Timur antara lain :

Pertama; Saya mengajak seluruh komponen masya-rakat, agar secara aktif bersama-sama dengan Pemerintah untuk menuntaskan berbagai program pembangunan, baik yang belum, sedang, maupun yang akan dilaksanakan.

Kedua; Tahun 2014 merupakan Tahun Politik karena kita kembali akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Umum Presiden dan Anggota Legislatif (DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota). Untuk itu, tingkatkan persatuan dan kesatuan, serta sta-bilitas keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Kondusifnya kamtibmas, sangat kita harapkan untuk kesuksesan agenda demokrasi tersebut. Hindari tindakan-tindakan atau isu-isu tak bertanggung jawab, fitnah, gesekan, adu domba yang bernuansa politik maupun yang bersinggungan dengan suku, agama, ras dan antar golo-ngan (SARA) yang dapat memecah belah, memicu permusuhan, pertikaian dan perbuatan anarkis, hingga sampai pada ancaman disintegrasi bangsa.

Ketiga; Provinsi Kaltim yang aman dan damai ini adalah tanah harapan, yang harus kita bangun dan kita bina secara arif dan bijaksana. Untuk itu, saya mengajak kepada jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kinerja, pengabdian dan pelayanan yang terbaik kepada mayarakat. Bekerjalah dengan sung-guh-sungguh, dengan kehati-hatian dan dilaksanakan se-suai dengan koridor yang ada, yaitu peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ungkap Gubernur Kaltim saat menyampaikan sambutan, HUT Pemprov Kaltim ke 57 tahun 2014. (Sukandar,S.Sos/Bappeda Kaltim).

   

Page 1 of 13























 

 simonep    teppa

Bappeda Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Kesuma Bangsa Nomor 2 - Samarinda 75123
Telp 0541 - 741044
Fax 0541 - 742283
Email : mail@bappedakaltim.com / mail@bappeda.kaltimprov.go.id
© Copyright 2009
  -  2014