Kamis, April 24, 2014

Weblinks

Rembuk Banjir Kaltim Menghasilkan 12 Kesepakatan

bappeda.kaltimprov.go.id. Banjir Kota Samarinda menjadi permasalahan bagi masyarakat Kota Samarinda dan sekitarnya dan memerlukan penanganan serius bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Kota Samarinda dan para pihak dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi permasalahan banjir Kota Samarinda.

Bukan hanya ide-ide cemerlang serta kebijakan yang dibutuhkan dalam mengatasi banjir, namun juga dibutuhkan kerja nyata dan bukan sekedar menggelar acara rembuk banjir yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Samarinda yang dibahas oleh para pakar lingkungan hidup baik dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, ormas dan LSM baik dari dalam daerah maupun berasal dari luar daerah, Selasa 1/4/14.

Rembuk banjir Kaltim sangat dibutuhkan para pengambil kebijakan untuk menentukan arah penanggulangan banjir Kota Samarinda. Harapan masyarakat Kota Samarinda untuk dapat hidup nyaman tanpa ada masalah banjir paska rembuk banjir Kaltim harus diuji dengan hasil kesepakatan para pakar dari berbagai kalangan atau stakeholder yang terkait dalam 12 rumusah penanggualan banjir Kota Samarinda antara lain :
1.    Keberlanjutan implementasi program;
2.    Peninjauan kembali masterplan drainase Kota Samarinda;
3.    Penuntasan  pembebasan lahan dan permasalahan sosial;
4.    Peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir;
5.    Komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan peraturan;
6.    Diperlukan penyusunan Peraturan Walikota;
7.    Mengoptimalkan sistem peringatan dini banjir;
8.    Peningkatan koordinasi dalam penyusunan hingga implementasi program;
9.    Dunia usaha wajib mengendalikan air limpasan dari kawasannya;
10.    Pengendalian banjir berbasis masyarakat melalui partisipasi dan pemberdayaan;
11.    Kerjasama antara Pemkot Samarinda, Pemkab Kukar, Kubar, Mahulu, Pemprov dan Pemerintah Pusat;
12.    Mewujudkan Samarinda sebagai Kota Metropolitan

Masyarakat Kota Samarinda serta sekitarnya sangat berharap kepada pihak pemerintah baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda (sumber data : dari berbagai media massa).

 

HUT Kaltim ke 57 tahun 2014 Momentum Introspeksi

Samarinda, 9/1/14. Peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ke-57 ini adalah momentum yang sangat penting bagi kita untuk introspeksi dan _1a._Gub_Kaltim__menyampaikan_sambutan_sekaligus_meminpin_acara_HUT_Kaltim_ke_57_th_2014_di_komplek_stadion_utama_kaltim_smd_9_jan_14perencanaan ke depan yang lebih baik, menyusul suksesnya kita melaksanakan agenda demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah  dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018 pada 10 September 2013 lalu, yang hasil-hasilnya sudah kita ketahui bersama, yaitu terpilihnya saya Dr. H. Awang Faroek Ishak berpasangan dengan H. Mukmin Faisyal HP masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang pelantikannya sudah pula dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri H. Gamawan Fauzi pada tanggal 17 Desember 2013 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, DR.H. Awang Faroek Ishak pada saat memberikan sambutan sekaligus memimpin acara pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ke 57 pada hari Kamis, 9 Januari 2014 di lapangan Stadion Sepakbola Komplek Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda Seberang.

Peringatan HUT Pemprov Kaltim yang ke 57 tahun 2014 dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Mukmin Faisal, Pj. Gubernur Kalimantan Utara, DR. Irianto Lambrie dan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, DR.Ir.H. Rumadi,MS, TNI dan Polri serta seluruh Bupati/Walikota atau yang mewakili se Kalimantan Timur dan pejabat dan staf baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim, juga dihadiri para pelajar tingkat SLTA se Kota Samarinda dengan jumlah kurang lebih 5 ribu orang.

Sebelum acara berlangsung diawali dengan acara antraksi para penerjun payung membawa lambang Pemprov Kaltim, maupun gambar Pejabat Kaltim saat memeriahkan peringatan HUT Pemprov ke 57, menampilkan tarian tradisional Kaltim.

H. Awang Faroek Ishak sebagai Gubernur Kaltim periode kedua, menyampaikan pesan dalam sambutannya menyatakan dengan kerendahan hati saya mohon dukungan dan kerjasama pada seluruh jajajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim, Instansi dan Lembaga Vertikal, Swasta, TNI/Polri serta berbegai komponen lainnya yang ada di dalam masyarakat, untuk melanjutkan program-program pembangunan yang sudah berjalan dan menuntaskannya hingga terwujud Kalimantan Timur yang senantiasa dalam keadaan yang aman dan damai, serta maju dan sejahtera sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Peringatan Hari Ulang Tahun ke - 57 tahun 2014 Provinsi Kalimantan Timur kali ini mengangkat tema; ”Bangun Sinergitas, Wujudkan Kaltim Maju 2018”.

Tema HUT Pemprov Kaltim ke 57 tahun 2014 sesuai dengan Visi RPJMD Kaltim Tahun 2013-2018 yaitu  “Mewujudkan Kaltim Maju 2018”. Sehubungan dengan itu, diperlukan adanya kesamaan persepsi dari seluruh komponen masyarakat Kaltim terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Kaltim pada tahun-tahun mendatang, serta adanya tekad yang sama dalam mengatasi tantangan tersebut. Kata Gub. Kaltim._2._Gub-Wakil_Gubernur_Kaltim_menghadiri_acara_HUT_Pemprov_Kaltim_stadion_utama_kaltim_smd_sebrang_kamis_9_jan_14

Karena itu, seluruh komponen masyarakat Kaltim, baik jajaran Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kaltim, tidak terkecuali jajaran instansi vertikal maupun dunia usaha dan masyarakat sipil, harus bersama-sama mengerahkan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing dalam menghadapi tantangan pembangunan Kaltim lima tahun ke depan. Kita semua harus bersinergi di bawah visi yang sama, yaitu ”Mewujudkan Kaltim Maju 2018”.

Kaltim Maju 2018 adalah bagian dari sasaran pokok pembangunan dalam RPJPD Kaltim 2005 – 2025. Untuk itulah maka Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan Visi baru, Visi Pembangunan 2013 - 2018 yaitu "Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan”.

Visi tersebut mengandung dua elemen utama tujuan pembangunan yaitu mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan berkeadilan serta cara untuk mencapainya yaitu dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pengembangan agroindustri dan energi yang ramah lingkungan dengan Misi yang dijalankan;
1.    Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
2.    Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis SDA dan energi terbaharukan.
3.    Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata.
4.    Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.
5.    Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim.

Visi dan Misi pembangunan menuntut kerja keras kita bersama untuk melaksanakan dan mewujudkannya dengan indikator makro keberhasilan pembangunan dalam 5 (lima) tahun ke depan berupa; peningkatan IPM sebesar 78, penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5,2%, pertumbuhan ekonomi sebesar 5%, terkendalinya inflasi di tingkat 5,11%, menurunnya tingkat pengangguran sebesar 5% dan meningkatnya indeks kualitas lingkungan sebesar 70,50.

Selain itu, tema HUT ke-57 Provinsi Kaltim ”Bangun Sinergitas, Wujudkan Kaltim Maju 2018”, juga mengan-dung makna bahwa dengan momentum peringatan HUT ke-57 ini, Pemerintah dan seluruh masyarakat Kaltim, bergandengan tangan dalam keberagaman dan harmoni, serta meningkatkan partisipasi dalam membangun Kaltim yang lebih baik, yang aman dan damai, adil, makmur dan sejahtera, sesuai dengan slogan yang selama ini terus kita dengungkan, yaitu; “Membangun Kaltim untuk Semua”.

Membangun Kaltim untuk Semua tidak sebatas slo-gan semata, tetapi mengandung nilai yang sangat penting agar pelaksanaan pembangunan bersifat inklusif dan berkeadilan untuk semua. Pembangunan kita dimuarakan kepada tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masya-rakat tanpa membedakan suku, agama, partai politik dan lain sebagainya.

_3._plt_sekdaprov_kaltimUntuk itu, yakinlah, dengan kebersamaan dan tekad yang kuat di antara kita untuk melaksanakan Visi dan Misi pembangunan, Insya Allah apa yang kita cita-citakan akan tercapai sebagaiman yang kita harapkan bersama, yakni untuk kemajuan, kesejahteraan dan kejayaan Kaltim.

Apa yang saya utarakan ini tidaklah berlebihan, mengingat jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim juga telah membuktikan kinerja terbaiknya. Antara lain dinyatakan dengan lima kali secara berturut-turut sejak tahun 2009 Pemprov Kaltim berhasil meraih peringkat tertinggi tingkat nasional dalam penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne-gara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Selain itu, untuk pertama kalinya di penghujung tahun 2013 tadi, Kaltim berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012. Sebelumnya tahun 2011 Pemprov Kaltim hanya mendapatkan Predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Karena itu, predikat WTP yang baru kita terima itu merupakan penghargaan tertinggi yang harus dapat kita pertahankan terus dari tahun ke tahun.

Selain itu, saya juga menyatakan gembira dan ber-bahagia, serta memberi apresiasi yang tinggi pada berba-gai keberhasilan yang telah dicapai oleh Kabupaten/Kota se-Kaltim. Untuk itu pertahankan dan tingkatkan semua prestasi yang ada dengan didasari kian meningkatnya kinerja dan semangat pengabdian sesuai dengan bidang tugas dan profesi masing-masing.

Seperti pada tahun lalu, pada peringatan HUT ke-57 ini, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan penghargaan Panji-panji Keberhasilan Pembangunan kepada Kabupa-ten/Kota yang dinilai berhasil meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing, sesuai dengan kriteria umum yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengem-bangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, dan dikem-bangkan oleh SKPD yang telah mendapatkan penghar-gaan Tingkat Nasional.

Jika pada tahun 2013 lalu diberikan sebanyak 39 Panji Keberhasilan Pembangunan, maka pada tahun ini bertambah menjadi 45 panji. Kota Balikpapan  berhasil mendapatkan 9 panji, Kutai Kartanegara 8 panji, Berau 6 panji, Samarinda 4 panji, Bontang dan Paser masing-masing 3 panji, Kutai Timur, Tarakan, Malinau dan Bulungan masing-masing 2 panji, Kutai Barat, Nunukan, Penajam Paser Utara dan Tana Tidung masing-masing mendapat 1 panji.

Kemudian, pada HUT ke-57 Provinsi Kaltim kali ini diberikan pula Penghargaan untuk para Camat Terbaik yang penilainnya dilakukan sejak tahun 2013 lalu. Tiga Camat Terbaik adalah Saudara Hasanuddin S.Sos, MM Camat Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Saudara Drs. Muhammad Effendi Camat Lumbis, Kabupaten Nunukan yang kini merupakan bagian dari Provinsi Baru Kalimantan Utara, dan Saudara Drs. Abdu Safa Muha Camat Bontang Barat, Kota Bontang.

Kepada Kota Balikpapan yang memperoleh Panji Terbanyak, saya ucapkan selamat. Begitu pula untuk Kabupaten/Kota lainnya sebagai Penerima Panji Keber-hasilan Pembangunan, maupun para Camat Terbaik yang menerima Penghargaan, saya ucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras, pengabdian dan pengor-banan para Bupati dan Walikota beserta jajarannya, para tokoh dan seluruh warga masyarakat yang memberikan dukungan penuh bagi kemajuan daerah masing-masing.

Semoga dengan Panji Keberhasilan Pembangunan dan Penghargaan yang diterima tersebut, kian memacu semangat kita bersama untuk lebih dapat bekerja, berkarya dan mengabdikan diri yang lebih baik lagi untuk pembangunan di tahun yang akan datang.

Khusus untuk para Camat Terbaik, tugas dan tanggung jawab Saudara semakin berat. Tidak hanya mempertahankan predikat yang ada, akan tetapi juga dituntut untuk dapat melaksanakan tugas-tugas kepe-merintahan di wilayah masing-masing dengan sebaik-baiknya, berkenaan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No.4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan yang meng-haruskan para Camat untuk dapat menerapkan penye-lenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang dijalankan di tahun 2014 ini.

Bagi para Camat yang lain di seluruh Kaltim, dengan terpilihnya tiga Camat Terbaik ini, semoga akan dapat dijadikan sebagai pemicu semangat agar dapat mencapai predikat serupa di masa-masa yang akan datang.

Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan himbauan sebelum mengakhiri sambutan ini, pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Kalimantan Timur antara lain :

Pertama; Saya mengajak seluruh komponen masya-rakat, agar secara aktif bersama-sama dengan Pemerintah untuk menuntaskan berbagai program pembangunan, baik yang belum, sedang, maupun yang akan dilaksanakan.

Kedua; Tahun 2014 merupakan Tahun Politik karena kita kembali akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Umum Presiden dan Anggota Legislatif (DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota). Untuk itu, tingkatkan persatuan dan kesatuan, serta sta-bilitas keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Kondusifnya kamtibmas, sangat kita harapkan untuk kesuksesan agenda demokrasi tersebut. Hindari tindakan-tindakan atau isu-isu tak bertanggung jawab, fitnah, gesekan, adu domba yang bernuansa politik maupun yang bersinggungan dengan suku, agama, ras dan antar golo-ngan (SARA) yang dapat memecah belah, memicu permusuhan, pertikaian dan perbuatan anarkis, hingga sampai pada ancaman disintegrasi bangsa.

Ketiga; Provinsi Kaltim yang aman dan damai ini adalah tanah harapan, yang harus kita bangun dan kita bina secara arif dan bijaksana. Untuk itu, saya mengajak kepada jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kinerja, pengabdian dan pelayanan yang terbaik kepada mayarakat. Bekerjalah dengan sung-guh-sungguh, dengan kehati-hatian dan dilaksanakan se-suai dengan koridor yang ada, yaitu peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ungkap Gubernur Kaltim saat menyampaikan sambutan, HUT Pemprov Kaltim ke 57 tahun 2014. (Sukandar,S.Sos/Bappeda Kaltim).

   

Konsistensi Perencanaan & Penganggaran

Balikpapan, Kamis 14/11/13. Perencanaan Pembangunan merupakan konsep awal dalam proses  menentukan arah dan tujuan serta sasaran yang ingin _1a._Plt._Kepala_Bappeda_membuka_acara_015dicapai pada waktu yang telah ditentukan sehingga diperlukkan konsistensi antara perencanaan pembangunan dan penganggaran serta pelaksanaan program kegiatan, jangan sampai program dan kegiatan yang dilaksanakan tanpa adanya perencaan yang jelas sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Ir. Surono, M.Si Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dalam menyampaikan pengantar pada acara rapat membahas Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD) Bappeda Provinsi Kalimantan Timur di ruang rapat Meratus Boadroom Hotel Gran Senyiur, Jalan ARS. Mohammad Nomor 7 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia/14/11/13 dihadiri peserta kurang lebih 40 orang berasal dari Sekretariat, Bidang Perencanaan Pengkajian dan Pembiayaan Pembangunan, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Bidang Ekonomi, Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Pembukaan rapat pembahasan lanjutan Draf Aplikasi New SIPPD termasuk RPJMD-RENSTRA SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi oleh Plh. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus Sekretaris Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Ir.H. Nazrin, M.Si pada pukul 9.13 wita dan dilanjutkan dengan penyampaian pengantar awal secara umum tentang pembahasan Aplikasi New SIPPD Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Pembahasan lebih mendalam serta secara rinci antara peserta rapat dan pihak konsultan Aplikasi New SIPPD Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Ali Mujib dalam mengaplikasikan RPJMD Kaltim 2014-2018 serta RENSTRA SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam Aplikasi New SIPPD Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Plh. Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur menyatakan bahwa Bappeda Kaltim dapat mengontrol semua program dan kegiatan baik di tingkat Bappeda Provinsi Kaltim sendiri dan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim sesuai dengan alur RPJMD yang telah ditentukan.

Sementara Ali Mujib menyatakan bahwa SKPD prioritas sebanyak 17 di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur  yang konekting langsung adalah program, sementara SKPD pendukung kita arahkan kepada SKPD terkait. Sedangkan masukan dari Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dihadiri oleh Plh. Kabid PSDM sekaligus Kasubbid Kesra, Charmarijaty,ST bukan program yang dimasukkan tapi tujuan dan sasaran yang ada di RPJMD Kaltim. (Humas Bappeda Provinsi Kaltim/Sukandar,S.Sos).

_3._peserta_rapat_sippd_035_4._peserta_36_5._peserta_037

   

Simulasi Ekonomi Kaltim 2030

Samarinda, 28/6/13. Skenario Pembangunan Ekonomi Wilayah Kalimantan Timur Menuju Visi Kalitim Maju Tahun 2030, berdasarkan alternatif skenario pembangunan ekonomi Kaltim disusun berdasarkan  kinerja perilaku ekonomi wilayah Kalimantan Timur, serta strategi dan visi pembangunan jangka panjang Kaltim yang telah menjadi wacana dalam pembangunan ekonomi Kaltim.

Dalam upaya menjalankan proses transformasi ekonomi wilayah Kalimantan Timur, terdapat sedikitnya 7 (tujuh) strategi yang dapat dilakukan. Ketujuh strategi tersebut dilakukan secara simultan dalam kerangka jangka pendek, menengah dan panjang (continous).  

Berdasarkan pertimbangan strategi tersebut, sekaligus untuk menyajikan perbandingan antara kondisi Kaltim tanpa transformasi ekonomi, maka pada draft awal kertas kerja ini dikembangkan 2(dua) alternatif skenario, yakni skenario tanpa strategi dan kebijakan transformasi (skenario 1) dan skenario dengan strategi  dan kebijakan transformasi ekonomi (skenario 2). Pendetailan skenario transformasi ekonomi (skenario 2) dilakukan dengan melakukan simulasi secara bertahap untuk tiap strategi yang dilakukan.

Periode Tahun 2013-2015

Periode ini merupakan periode persiapan, dimana strategi yang dikembangkan pada periode ini adalah strategi penguatan kapasitas lokal, penyusunan rencana pengembangan dan penyiapan infrastruktur untuk mendukung pengembangan iklim bisnis bagi sektor industri. Industri turunan migas diupayakan sudah dikembangkan pada periode ini melalui proses promosi dan investasi kawasan-kawasan industri.

Periode Tahun 2015-2020

Periode ini merupakan periode implementasi. Langkah pengembangan ekonomi pada periode ini sangat menentukan keberhasilan proses transformasi di masa datang. Strategi yang dikembangkan pada periode ini antara lain meliputi pembatasan produksi batubara,  peningkatan Industri migas, pengembangan Industri turunan sawit. pengembangan tanaman pangan besrta industrinya, peningkatan sektor jasa dan perdagangan. Target-target kuantitatif pengembangan setiap sektor ditetapkan  pada periode ini untuk memudahkan proses monitoring  terhadap pencapaian fase transformasi yang diinginkan.
Pada periode ini strategi yang dikembangkan adalah pembatasan ekspansi lahan perkebunan sawit.  Strategi ini dimaksudkan untuk menjaga agar pembangunan ekonomi Kaltim yang berkelanjutan dapat terwujud. Pembatasan lahan sawit dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh eksploitasi lahan yang berlebihan terhadap peningkatan emisi karbon  yang melebihi  target yang telah disepakati.

Periode Tahun 2030-2050

Pada periode ini strategi yang dikembangkan adalah memantapkan struktur ekonomi berkelanjutan yang telah dicapai sekaligus mempersiapkan penguatan ekonomi berbasis pengetahuan, dimana penguatan sumber daya manusia yang inovatif menjadi landasan utamanya.

Wajah Ekonomi Kaltim 2030

Berdasarkan skenario yang dikembangkan, maka perkiraan wajah ekonomi Kaltim 2030 dapat disimulasikan dengan menggunakan model spasial dinamis. Hasil simulasi  dibahas pada pembahasan berikutnya.  Beberapa wajah penting ekonomi Katim 2030 yang akan dibahas antara lain struktur ekonomi wilayah Kaltim 2030, nilai produktivitas wilayah Kaltim 2030, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat penganguran dan  daya beli masyarakat.

Struktur Ekonomi Kaltim 2030

Hasil simulasi menghasilkan  perkiraan struktur ekonomi wilayah Kaltim 2030 seperti terlihat pada Gambar 16.  Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat perbedaan yang signifikan pada struktur ekonomi Kaltim 2030 berdasarkan 2 (dua) skenario yang dikembangkan.

Perbedaan komposisi  terjadi pada sektor industri, pertambangan, pertanian dan perdangangan. Dengan skenario transformasi, sektor industri akan menjadi basis ekonomi utama Kaltim dengan proporsi sebesar 42%  pada tahun 2030. Sementara  sektor perdagangan dan jasa akan menempati proporsi kedua dengan 20%, sedangkan  sektor tambang di urutan ketiga dengan 17% dan pertanian di urutan ke 4 dengan proporsi sebesar 10%. Berubahnya struktur ekonomi dengan skenario tarnsformsi tersebut terjadi karena strategi yang dikembangkan menjadikan industri turunan dari sektor perkebunan, tanaman pangan dan pertambangan sebagai arah transformsi ekonomi yang lebih seimbang.

Sementara hasil simulasi skenario 1 (trend) yang menggunakan strategi tanpa melakukan transformasi ekonomi, menunjukkan struktur ekonomi yang tidak seimbang antara sektor pertambangan dengan sektor alinnya. Industri cenderung terus menurun dengan proporsi di tahun 2030 sebesar 9%. Sedangkan sektor pertanian hanya mampiu berkontribusi sebesar 4%. Sektor pertamabangan walupun mendominasi, tetapi proporsinya tidak bergerak dari 51 % seperti pada tahun 2012.

Dilihat berdasarkan nilainya, skenario (2) dengan strategi transformasi ekonomi sanggup menghasilkan nilai PDRB yang jauh lebih besar dibandingkan nilai yang diperoleh dari skenario 1 (trend).  Perbedaan nilai keduanya mencapai 127%.  Kondisi ini mencerminkan bahwa transformasi ekonomi yang tepat akan menghasilkan  kinerja produktivitas ekonomi wilayah yang lebih baik.

Fenomena  menarik  yang berhasil digambarkn melalui proses simulasi skenario 1 dan 2 adalah  dimensi waktu dari proses perubahan struktur yang terjadi dalam periode 2013-2030.  Upaya yang dilakukan melalui skenario 1, dimana implementasi strategi transformasi dimulai sejak 2013, pengaruhnya baru terlihat pada tahun  2020 keatas (Gambar 17). Kondisi ini mengamanatkan bahwa keinginan untuk melakukan transformasi membutuhkan waktu yang lama, sehingga upaya untuk mewujudkan keinginan tersebut tidak dapat ditunda-tunda.  

Hasil simulasi menunjukkan bahwa kemungkinan berubahnya struktur ekonomi wilayah Kaltim sangat dimungkinkan bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan diawalai dengan perencnaan yang baik. Beberapa syarat dan tolok ukur  perlu dipenuhi guna menjamin proses tranformasi dapat berjalan sesuai rencana.

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2030

Pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan Timur, bila tetap mengikuti trend pertumbuhan saat ini, diperkirakan hanya akan mencapai 3,4 % per tahun pada tahun 2030. Tingkat pertumbuhan tertinggi akan dicapai pada periode 2015-2017 yakni sebsar 7.6% per tahun (Gambar 17).  Penurunan laju pertumbuhan ekonomi terjadi sebagai efek dari  semakin membesarnya rasio antara stok batu bara dengan tingkat produksi yang telah dilakukan. Motor penggerak pertumbuhan pada skenario ini adalah pertumbuhan sektor pertambangan terutama batubara.

Sedangkan bila langkah atau strategi transformasi dapat dilaksanakan secara optimal (skenario 2), maka pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan Timur akan mampu mencapai 12.93 %  per tahun pada tahun 2030.  Tingkat pertumbuhan tersebut  hanya dapat terwujud jika pertumbuhan sektor industri dapat mencapai 19.5 % pertahun.  Sementara sektor pertanian diupayakan dapat mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 18% pertahun, demikian juga dengan sektor perdagangan dan jasa diupayakan dapat mencapai pertumbuhan sebesar  18% per tahun. Hanya sektor pertambangan yang diperkirakan tidak akan mampu mencapai tingkat pertumbuhan diatas 3% per tahun sebagai akibat pengurangan tingkat produksi migas dan batu bara di wilayah Kalimantan Timur
Ketenagakerjaan Wilayah Kaltim 2030

Proses transformasi akan menimbulkan perubahan dalam struktur  ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan Timur.  Strategi  yang dijalankan pada skenario transformasi ekonomi menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap struktur ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi wilayah Kaltim 2030.  Dampak dari perubahan tersebut terlihat pada perubahan tingkat penyerapan tenaga kerja   yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat pengangguran di Wilayah Kalimantan Timur.

Permintaan Akhir Wilayah Kaltim Tahun 2030

Produktivitas ekonomi wilayah Kalimantan Timur dipengaruhi juga oleh perkembangan permintaan akhir terhadap sektor-sektor ekonomi yang ada. Struktur permintaan akhir yang ideal adalah struktur yang didominasi oleh eksport  terhadap barang-barang hasil industri. Dengan permintaan ekpsort yang tinggi pada sektor industri maka nilai tambah dari sumber daya alam di wilayah Kaltim akan dirasakan di wilayah kaltim sendiri.  Hasil simulasi kedua skenario menunjukkan perbedaan yang signifikan   pada struktur permintaan akhir sektor-sektor di wilayah Kaltim.

Skenario transformasi ekonomi yang dijalankan  mampu mengubah komposisi permintaan eksport pada  bahan mentah sektor pertambangan menjadi permintaan eksport pada barang jadi hasil  kegiatan industri. Permintaan eksport yang lebih besar  pada sektor  industri akan menggerakkan ekonomi lokal sehingga permintaan antar sektor akan meningkat dan pada gilirannya akan mampu memperkuat struktur keterkaitan ekonomi di wilayah Kaltim.  Efek keterkaitan ekonomi yang kuat akan menghasilkan multlipier tenaga kerja dan pendapatan yang besar bagi masyarakat Kaltim.
Wajah Lingkungan dan Tata Ruang  Kaltim 2030

Pola Perubahan Lahan dan Cadangan Karbon Berdasarkan Trend

Pada kondisi baseline (skenario tanpa transformasi), perubahan lahan yang terjadi dalam kurun waktu 2011 hingga 2030.  Dengan skenario baseline, lahan pertanian kering dan basah, perkebunan, dan pemukiman tumbuh mengingat alokasi lahan di Kalimantan Timur masih terbuka luas untuk kegiatan ekonomi berbasis lahan. Sementara ekspansi lahan usaha pertambangan, dalam hal ini batubara tetap tumbuh hingga tahun 2030, mengingat cadangan batubara masih tersedia untuk kurun waktu sekitar 45 tahun lagi.

Dinamika cadangan karbon permukaan yang bersumber dari hutan, perkebunan tampak menggambarkan fluktuasi naik di periode 2014 – 2019, dan kemudian turun kembali hingga 2030. Fluktuasi ini terjadi karena terdapatnya dinamika perubahan pengelolaan perkebunan, dimana tanaman sawit khususnya, yang telah memasuki waktu post production, sudah tidak produktif/menguntungkan lagi, akan diganti melalui peremajaan kembali.   

Secara keseluruhan tren cadangan karbon permukaan ini menurun hingga 2030. Hal ini antara lain diakibatkan oleh terjadinya konversi lahan gambut untuk penggunaan lain. Sehingg secara total, cadangan karbon akan terus menurun hingga 2030 nanti. Ini artinya terjadi emisi karbon akan terus meningkat dalam periode tersebut. Dari hasil simulasi, emisi karbon pada tahun 2020 mencapai 1.52 Gt CO2e, dan nilai ini akan menjadi dua kali lipatnya pada tahun 2030, atau total emisi mencapai 3.37 Gt CO2e.

Pola Perubahan Lahan dan Cadangan Karbon Berdasarkan Skenario Transformasi Ekonomi

Pada skenario transformasi ekonomi, laju pemanenan kayu dan laju ekspansi/pembukaan tambang batubara yang baru  serta ekspansi lahan perkebunan sawit diturunkan masing-masing secara gradual dari kondisi baseline. Disamping itu, laju perluasan lahan untuk pemukiman dan industri meningkat. yang, diiringi dengan peningkatkan  kebutuhan tenaga kerja. Peluang penggunaan api dalam pembukaan lahan untuk ladang dan perkebunan diasumsikan dapat ditekan hingga 50% dari kondisi baseline (pada baseline asumsi pembukaan lahan selalu dibakar). Pemanfaatan lahan pada prinsipnya mengikuti alokasi yang diatur dalam RTRW Propinsi dengan asumsi terdapat pengawasan dalam implementasi kebijakan tersebut. Lahan bekas tambang diasumsikan di rehabilitasi dengan menghutankan kembali atau dijadikan perkebunan sawit.

Kesimpulan

Prediksi 'wajah' ekonomi wilayah Kalimantan Timur dalam periode waktu  2013-2030. Mengingat prediksi masa depan  penuh dengan ketidakpastian (uncertainty), maka  skenario pembangunan perlu ditetapkan.  Dalam draft kertas kerja ini, skenario yang dikembangkan terdiri dari 2 (dua) yakni skenario pembangunan berdasarkan trend saat ini (skenario 1) dan skenario transformasi ekonomi (skenario2).

Pengembangan skenario didasarkan pada upaya membangun visi Kaltim maju 2030. Visi Kaltim Maju 2030 dibangun berdasarkan keingingan untuk membangun ekonomi Kaltim yang berkelanjutan.  Dengan basis ekonomi yang ada saat ini, dimana sektor ekonomi berbasis sumber daya tak terbaharukan  menjadi basis ekonomi Kaltim, maka keberlanjutan ekonomi Kaltim menjadi isu strategis pembangunan ekonomi jangka panjang.  Untuk itu transformasi ekonomi menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat mewujudkan visi Kaltim Maju 2030 tersebut.

Untuk itu, analisis dalam kertas kerja ini berupaya menjawab beberapa pertanyaan kirits terkait transformasi ekonomi di wilayah Kalimantan Timur. Pertanyaan tersebut antara lain :
1.    Apakah transformasi ekonomi wilayah Kaltim mungkin terjadi ?
2.    Jika mungkin, apakah transformasi tersebut dapat dicapai pada tahun 2030?
3.    Bagaimana strategi untuk mencapai visi kaltim 2030 yang ditandai dengan pergeseran struktur ekonomi kaltim berkelanjutan ?
4.    Bagaimana jika proses transformasi tidak terjadi ?

Jawaban terhadap pertanyaan kritis tersebut dilakukan dengan memanfaatkan model spatial dinamis  Provinsi Kalimantan Timur.  Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa proses transformasi sangat mungkin dilakukan di Provinsi Kaltim baik secara natural maupun dipercepat. Transformasi natural diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 45-50 tahun kedepan dimana faktor yang menjadi penentunya adalah menipisnya cadangan batu bara.  Sementara keingingan memperoleh hasil transformasi pada tahun 2030 (17 tahun kedepan, berdasarkan simulasi dengan model, membutuhkan upaya percepatan  sejak dini.

Upaya percepatan proses tranformasi tersebut secara kuantitatif disimulasikan dengan mengembangkan beberapa strategi pengembangan secara bertahap. Beberapa catatan penting hasil simulasi yang perlu diperhatikan antara lain :
•    Perubahan struktur ekonomi wilayah Kaltim yang lebih seimbang antara pertanian, pertambangan, industri dan perdagangan  serta jasa akan tercapai bila  upaya intensif dilakukan sejak sekarang. Tahap perencanaan, penyiapan ikilm bisnis  dan kesiapan sumber daya manusia harus dapat dituntaskan dalam periode 2013-2015. Selanjutnya, tonggak penentu keberhasilan transformasi ekonomi terletak pada tahap implementasi strategi transformasi  pada periode 2015-2020. Upaya akselerasi pertumbuhan sektor pertanian, industri dan perdagangan diarahkan pada pencapaian tingkat pertumbuhan pada level tertentu. Sementara proses pelambatan  tingkat produksi batubara juga dilaksanakan pada periode ini.  Tahun 2020, strategi pembatasan lahan sawit dilakukan guna menjaga kesimbangan lingkungan yang lebih baik.
•    Strategi yang dikembangkan pada prinsipnya merupakan strategi dasar berupa pembatasan produksi tambang batubara, serta melakukan pengembangan industri hilir (batubara ,migas dan sawit) dan didukung  pengembangan sektor primer pertanian dan sektor  tersier.  Model ini mensimulasikan strategi-strategi yang telah menjadi wacana pembangunan ekonomi  di wilayah Kaltim. Hasil simulasi dapat dijadikan bahan masukan untuk merumuskan strategi operasional pembangunan ekonomi wilayah Kalimantan Timur dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
•    Perbandingan hasil skenario 1 dan 2 menunjukkan bahwa proses transformasi ekonomi akan memberikan dampak yang lebih baik  terhadap kondisi ketenaga kerjaan, tingkat pertumbuhan ekonomi, keterkaitan antar sektor ekonomi serta  kondisi lingkungan wilayah Kaltim dalam jangka panjang.
(sumber data : Paparan Sekda Provinsi Kaltim pada acara di Universitas Mulawarman, Februari 2012 dan dipublikasikan oleh Humas Bappeda Kaltim/Sukandar,S.Sos).

   

Konsultasi Publik Kaltim RKPD 2014

Konsultasi Publik Kaltim. Bappeda Provinsi Kaltim menggelar Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 1._Konsultasi_Publik_22_Maret_2013Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2014 di ruang rapat I lantai III gedung Rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda  22/3/2013, dihadiri peserta kurang lebih 95 orang, teridiri dari Perguruan Tinggi, LSM/Organisasi Masyarakat, SKPD Provinsi Kaltim, Bappeda Kabupaten/Kotas se Kaltim, dan pembahas sebanyak 3 orang, bersal dari Unmul, Kadin dan LSM Jatam.

Pelaksnaan Konsultasi Publik merupakan amanat UU No. 25 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri No. 54 Tahun 2010  tentang Pelaksanaan PP No. 8 Tahun 2008 tentang tahapan Tata Cara Penyusunan Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksana Rencana Kerja Pembangunan Daerah, Bappeda diamanatkan untuk menyusun RKPD.

Dalam rangka penyusunan awal RKPD sesuai dengan amanat Undang-Undang diatas, maka  pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan Konsultasi Publik dengan tujuan guna menampung aspirasi masyarakat  dalam penyusunan awal RKPD Kaltim tahun 2014.

Kepala Bappeda Kaltim, DR.Ir.H. Rusmadi.MS menyampaikan presentasi Isu Strategis dan Prioritas Pembangunan Kalimantan Timur Tahun 2014 dengan Tema RKPD 2014 adalah Penguatan Daya Saing Ekonomi Daerah Berbasis Sumber Daya Alam Terbarukan Didukung Peningkatan Manajemen Sumber Daya Aparatur dihadapan para peserta yang hadir.

Dalam penyampaian pemaparannya Kepala Bappeda Kaltim menyatakan bahwa program perencanaan pembangunan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2014 kini fokus terhadap perkembangan perekonomian terbarukan. Saat ini pertambangan dan migas memang masih penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Timur, namun begitu Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur tidak serta merta senang dengan keberadaan ini, karena pada suatu saat pertambangan batu bara dan migas akan kolaps, oleh karena itu Pemprov Kaltim pada tahun 2014 merencanakan program ekonomi sumber daya alam tak terbarukan menuju sda alam terbarukan.

Sementara pembahas utama, Prof. Enny dari Unmul, mewakili akademisi menyampaikan apresiasi yng tinggi atas dilaksanakan konsutlasi publik dengan melakukan pendekatan partisipasi dari akademisi dan pengusaha serta permintaan kepada pihak pemerintah Provinsi Kaltim untuk dapat memproritaskan pada sektor pertanian dalam RKPD 2014.2._peserta_konsultasi_publik_22_Maret_2013_di_Rektorat_Unmul_Smd

Prof. Enny lebih lanjut menyampaikan bahwa evaluasi capaian kinerja yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kaltim telah menggambarkan kondisi makro yang sangat baik, namun begitu perlu ditelusuri lebih mendalam apakah sampai pada indikator mikro, begitu pula harapannya pada pengembangan ekonomi SDA terbarukan diperlukan pembangunan pertanian yang lebih fokus pada di kawasan perdesaan dan segera diwujudkan dengan program/kegiatan yang terarah.

Sementara pembahas utama juga menyinggung pada sektor manajemen migrasi penduduk Kaltim sebesar 2,7 - 2,8 % yang masih diatas rata-rata nasional sebesar 2,6 % dan juga menyinggung pada sektor pendidikan masyarakat Kaltim masih dengan rata-rata lama sekolah hanya sampai pada tingkat SMP, hal ini dikarenakan di daerah kawasan perdesaan masih kurangnya fasilitas pendukung untuk bersekolah.

Prof. Enny melanjutkan pembahasan tentang kesehatan masyarakt perlu mendapat perhatian terutama di daerah perdesaan, begitu juga terhadap penggunaan KB (Keluarga Besar), di daerah yang masih kurang akses pelayanan kesehatannya.

Selain itu Prof. Enny memberikan tanggapan yang cukup serius dan sangat tajam tentang swasembada pangan dan kemandirian pangan masyarakat Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian, terutama terhadap perlindungan lahan pertanian, saat telah mendapat tantangan sangat serius dan terus terdesak atas berbagai sektor pertambangan atau migas, begitu juga sektor Energi mendapat perhatian, menyatakan bahwa listrik masuk desa perlu dicari alternative untuk mendukung pedesaan untuk menjadi kluster ekonomi.

Pembahas utama kedua, Indra purwadi  dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Timur membrikan tanggapan dan pembahasan antara lain : pihak Kadin memberikan Apresiasi yang tinggi terhadap Visi kaltim, yang mengamanatkan bahwa industri yang besar merupakan bencana bagi masyarakat kecil; Perlu penajaman konektivitas kawasan strategis, dan Prioritas perlu dirubah, yaitu : 1). Infrastruktur masih kurang memadai, sehingga distribusi lambat yang mengakibatkan biaya tinggi dan harga menjadi beban masyarakat. Demikian juga di daerah perbatasan; 2). Daya saing dan investasi daerah jika akan ditingkatkan perlu insentif dan fasilitas (no listrik, no air); 3). Perbatasan perlu dikembangkan, karena merupakan beranda depan Negara/daerah; 4). Pengembangan ekonomi dan sektor riil terkait permodalan, padalah dana banyak, jaringan market yan kalah dengan produk cina. Ketersediaan bahan baku; 5). Dunia usaha menunggu npengembangan kluster industri kecil; 6). Swasembada pangan harusnya tidak bermasalah karena Kaltim kaya air dan lahan;  7). UM/UMKM tidak didrive oleh pemerintah secara optimal, hanya inisiatif anak muda (distro, dll); 8). Kemiskinan merupakan dampak negative dari beberapa hal. Untuk menurunkannya harus memperhatikan irigasi bendungan, pasar luas untuk produk UMKM, jaringan informasi, CSR harus maksimal; 9). Kebijakan ekonomi agar tidak kontradiktif. NJOP naik drastic; 10). Isu upah buruh, yang tidak dibayar sesuai produktivitas, sehingga sistem perlu diperbaiki; 11). Isu konflik; 12). Organisasi buruh yang banyak berpotensi konflik; 13). Sosialisasi 7 kawasan, food estate.

Pembahas ketiga,  Abdullah Na’im (LSM JATAM) memberikan tanggapan utama adalah kemandirian pangan masyarakat Kaltim dan memberikan perlindungan pada lahan pertanian, dan secara lebih jelas serta gambang masukan dari pihak LSM Jatam antara lain : 1). Lahan dan air vs pertanian; 2). Faktor penyebab pangan minus ; alih fungsi lahan (hilang jd tambang 4000 ha); 3). Penyumbang terbesar pangan adalah kukar, namun sdh alih fungsi ke tambang (desa kertabuana, 80% milik pengusaha tambang). Juga di samboja, muarakaman, dll, padalah tambang hanya menyerap tanaga kerja hanya 1,1%; 4). Kutim pangan 80% dari luar daerah. Kutim punya KPC yang terbesar sumber energy, namun Listrik 100 desa tidak teraliri; 5). Food estate tidak datang dari pendapat masyarakat dan masy tidak diberi peran dan ada ekosistem yang hilang. Padahal masyarakat mengelola pertanian merupakan budaya dan bersahabat dengan alam; 6). 789 IUP tambang yang menggunakan lahan 24% dari luas Kaltim. Dari data tergambar ada tumpang tindih lahan tambang dan sawit; 7). Ijin menurun tp luasan untuk batu bara meningkat; 8). Terkait MP3EI tidak tersosialisasi ke masyarakat. MP3EI melayani siapa. Akan terjadi bentrok dengan program Kaltim. Dan terjadi kerusakan alam; 9). Belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk mempertahankan situs2 pertanian. (Humas Bappeda Kaltim/Sukandar,S.Sos).

   

Page 1 of 12























 

 simonep    teppa

Bappeda Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Kesuma Bangsa Nomor 2 - Samarinda 75123
Telp 0541 - 741044
Fax 0541 - 742283
Email : mail@bappedakaltim.com / mail@bappeda.kaltimprov.go.id
© Copyright 2009
  -  2014